mapping candi cangkuang.
Candi Cangkuang

1. Sejarah
Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda. Candi ini terletak bersebelahan dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad, sebuah makam kuno pemuka agama Islam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang.
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita.Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.Makam kuno yang dimaksud adalah makam Arief Muhammad yang dianggap penduduk setempat sebagai leluhur mereka.
Selain candi, di cangkuang juga terdapat pemukiman adat Kampung Pulo, yang juga menjadi bagian dari kawasan cagar budaya. Letaknya berada di kompleks Candi Cangkuang, persis sebelum pintu masuk candi tersebut.
Kampung Pulo sebagai penyebar agama Islam pertama di wilayah Cangkuang maupun Garut. Serta Eyang Embah Dalem Arief Muhammad juga turut andil mendirikan peradaban di sekitarnya.
Konon Embah Dalem Arief Muhammad merupakan panglima perang Kerajaan Mataram yang ditugaskan oleh Sultan Agung untuk menyerang VOC di Batavia. Namun, karena kalah dan takut mendapatkan sanksi apabila pulang ke Mataram, Embah Dalem Arief Muhammad memutuskan untuk bersembunyi di Cangkuang.
Penduduk Kampung Pulo kini merupakan keturunan asli dari almarhum Eyang Embah Dalem Arif Muhammad. Beliau memiliki tujuh anak, enam diantaranya perempuan dan satu laki-laki.
Warga adat yang mendiami Kampung Pulo saat ini berjumlah 23 orang yang terdiri atas 10 perempuan dan 13 laki-laki. Mereka merupakan generasi ke-8, ke-9, dan ke-10 dari Embah Dalem Arief Muhammad.
Ia menjelaskan, sejak abad ke-17, kompleks Kampung Pulo terdiri dari dari enam rumah dan satu musala. Rumah-rumah tersebut diperuntukan bagi anak perempuannya. Sementara musala untuk satu-satunya anak laki-laki.
2. Aksesibilitas
Untuk mencapai Candi Cangkuang sendiri kita tidak akan kesusahan karena sudah ada petunjuk dijalan atau di google maps.Kita juga bisa menggunakan kendaraan umum dan kendaraan pribadi:
- Untuk kendaraan umum kita bisa naik angkot leles warna hijau telur asin di alun - alun tarogong dengan jarak tempuh 9,8km/30 menit smapai di alun - alun leles dengan membayar Rp.5.000 dan dilanjutkan dengan naik ojek di alun - alun leles sekitar 2/3 km dengan membayar Rp.20.000 - Rp. 30.000. Setelah itu kalian bisa memilih jika ingin langsung ke Kp. Pulo kalian lurus terus tetapi jika kalian ingin ke dermaga/ naik rakit kalian bisa mengambil jalan ke sebelah kiri.
- Dengan kendaraan pribadi kalian bisa mengikuti angkot leles tadi dan belok di alun - alun leles ke tempat candi cangkuang memakan waktu 30 menit dengan memakan bensin sekitar 1 liter sekali jalan. sesampainya di pertigaan kalian tinggal memilih apakah kalian akan ke dermaganya lewat jalan kiri atau langsung ke kampung pulo dengan jalan yang lurus. Jika kalian akan ke kampung pulo kalian tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat karna jalannya yang kecil.
3. Harga tiket masuk
Utuk harga masuk kampung pulo itu gratis,tetapi jika kalian masuk ke Candi kalian dikenakan biaya Rp.5.000/orang. Dan jika kalian ingin menaiki rakit untuk meyebrang akan dikenakan biaya Rp.5.000/orang atau bisa juga menyewa 1 rakit dengan kapasitas 20 orang dengan membayar Rp.100.000 dengan adanya pengamen yang akan menghibur dan tanpa ada batas waktu.
4. Amenitas
Ada berbagai fasilitas yang mendukung di Candi Cangkuang,seperti :
- Toilet umum
- Gazebo
- Museum situs
Museum ini biasanya digunakan ketika ada rombongan yang meminta penjelasan tentang asal usul candi cangkuang. dan didalamnya terdapat peninggalan bersejarah seperti :
- Souvenir
Sebelum masuk ke Kampung Pulo kita bisa melihat berbagai macam souvenir yang dijual seperti rakit-rakitan,candi,blangkon,tas rajut,gantungan kunci dan masih banyak lagi.
- Penginapan syariah
Di Candi cangkuang juga terdapat penginapan syariah yang hanya berjarak 0,28 km dari Candi Cangkuang yang bisa ditempati oleh wisatawan dari luar kota.
- Rumah makan
Rumah makan ini juga berjarak 0,28 km dari cangkuang














Cukup bagus
BalasHapussangattt menarik sekaliiii
BalasHapusMenarik sangatt
BalasHapusTerimakasih yang sudah memberi komentar
BalasHapusBaguuss sekalii
BalasHapusMenarik!!! Kapan yah bisa berkunjung
BalasHapus